WISUDAWAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UVERS RAIH KESEMPATAN BEASISWA S2 KE TIONGKOK

Senin, 19 Juli 2021
wisudawan-program-studi-pendidikan-bahasa-mandarin-uvers-raih-kesempatan-beasiswa-s2-ke-tiongkok

Seremoni wisuda seringkali dianggap sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan tinggi, namun sesungguhnya wisuda justru mengawali perjalanan panjang para wisudawan untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja menjadi profesional berdasarkan bidang keahliannya. Seremoni Wisuda Sarjana Universitas Universal pada Periode Juli 2021 yang diselenggarakan pada Sabtu (17/07) menjadi saksi dimulainya perjuangan profesional para wisudawan untuk mengembangkan diri lebih jauh.

Diantara ratusan wisudawan yang dilantik pada Seremoni Wisuda Sarjana melalui platform Zoom Meeting tersebut menyisakan kisah perjuangan empat wisudawan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin yang berhasil mendapatkan beasiswa pascasarjana untuk menempuh studi lanjut S2 di Tiongkok dan Taiwan. Mereka adalah Williem Wijaya Fu, Meta Eka Putri, Yanti, dan Ravis Zanusi. Williem, Meta, dan Yanti akan melanjutkan program pascasarjana di Tiongkok, sedangkan perjalanan studi lanjut ke Taiwan akan dilakoni oleh Ravis Zanusi.

Keempat wisudawan tersebut akan melanjutkan pendidikan pascasarajana atau S2 dengan beragam beasiswa yang mencakup berbagai pembiayaan dari biaya pendidikan, biaya akomodasi, hingga biaya hidup selama masa studi. Williem Wijaya Fu menceritakan bahwa ia mendapatkan beasiswa International Chinese Language Teachers Scholarship dan akan menempuh studi di Wuhan University di Tiongkok. Williem bertekad untuk memperdalam kemampuan dan mengembangkan diri di bidang yang dipilih olehnya, yaitu pendidikan Bahasa Mandarin internasional atau master of teaching Chinese to speakers of other languages.

Wisudawan lainnya, Yanti juga mendapatkan beasiswa yang sama dengan Williem, namun ia diterima di perguruan tinggi lainnya yaitu Zhejiang Normal University dengan bidang studi pendidikan Bahasa Mandarin internasional. Yanti menyebutkan bahwa bimbingan dari dosen di UVERS turut memuluskan langkahnya untuk meraih beasiswa. Namun Yanti berpesan bahwa perjalanan dalam upaya mendapatkan beasiswa juga tetap perlu mengandalkan diri sendiri untuk secara aktif mencari informasi perguruan tinggi dan beasiswa.

Berbeda dari Williem dan Yanti, Meta Eka Putri mendapatkan beasiswa perkuliahan pascasarjana penuh dari Confucius Institute dan akan menempuh studi lanjut di East China Normal University. Dengan menempuh studi pascasarjana, Meta berharap dapat meningkatkan daya saing dan daya tawar dirinya di dunia kerja. Ia menegaskan bahwa dalam perjalanan mencari beasiswa, kepercayaan diri dan ketekunan dalam proses pengumpulan dokumen hingga wawancara menjadi modal yang amat penting. Meta mengenang kembali upayanya yang semaksimal mungkin menunjukkan kemampuan akademik dan kemampuan berbahasa mandarinnya dengan tujuan membuktikan kepantasannya untuk meraih beasiswa tersebut.

Ravis Zanusi punya cerita yang agak berbeda dibanding rekannya, Ravis justru meraih Ministry of Education Scholarship di Taiwan. Studi pascasarjana akan ia tempuh di National Chi Nan University di Taiwan. Sejak awal, Ravis menceritakan ia telah bercita-cita untuk menjadi seorang dosen di perguruan tinggi, dan tentu perjuangan paling awal adalah dengan menempuh pendidikan pascasarjana. Raihan beasiswa keempat wisudawan tersebut tidak lepas dari peran penting UVERS serta Fakultas Pendidikan, Bahasa, dan Budaya dalam memberikan bimbingan, dorongan, serta surat rekomendasi. Modal awal tersebut menjadi penentu utama bagi keberhasilan wisudawan untuk meraih beasiswa di luar negeri, tentunya modal tersebut didukung oleh tekad wisudawan yang luar biasa untuk mengembangkan diri.

Keempat wisudawan tersebut membuktikan bahwa UVERS dan prestasi lulusan UVERS tidak dapat diremehkan, bahkan lulusan angkatan pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin telah diterima di berbagai jenis beasiswa dan perguruan tinggi untuk menlanjutkan studi pascasarjana S2. (AS)